Kesulitan Pengurusan Administrasi Kependudukan

Pengaduan

Yth. Kementerian Dalam Negeri, Saya ingin menyampaikan keluhan saya terkait pengurusan dokumen pindah penduduk di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Suami saya akan pindah penduduk dari Kabupaten Ende ke Kabupaten Timika, Papua. Dari bulan Juli 2018 sampai dengan hari ini dokumen tersebut belum dapat diurus, alasannya mesin atau alat yang menghubungkan antara Disdukcapil Ende dengan Pusat rusak. Padahal suami saya sudah bolak-balik dari Sokoria-Ende berkali-kali dan menghabiskan banyak biaya transportasi berhubung jarak Sokoria-Ende jauh. Hal ini pun dialami oleh warga masyarakat lainnya yang harus pulang kembali tanpa membawa hasil. Dari bulan Juli 2018 sampai dengan Oktober 2018 (hari ini) dokumen tersebut belum berhasil didapatkan. Melalui laporan ini saya mengharapkan sekali mendapatkan solusi agar masyarakat di Ende mendapatkan layanan kependudukan seperti yang diharapkan dan tidak menyusahkan masyarakat. Demikian laporan ini mohon untuk dapat ditindaklanjuti secepatnya. Keluhan Kedua: Saya ingin menyampaikan keluhan saya untuk yang kedua kalinya. Sampai dengan hari ini suami saya belum berhasil mendapatkan surat pindah penduduk. Sementara katanya server yang menghubungkan Dinas Penduduk dan Catatan Sipil Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dengan Pusat akan diputus tanggal 15 Oktober 2018. Padahal suami saya sangat membutuhkan surat pindah penduduk tersebut untuk pindah ke Timika dan mengurus dokumen keluarga kami di Timika, Papua. Kronologi yang menimpa suami saya adalah sebagai berikut: 1. Suami saya pernah mengurus KTP bukan E-KTP pada tahun 2007 untuk pembuatan rekening BANK di Dispenduk Kota Kupang karena waktu itu status suami saya sebagai mahasiswa di Universitas Kristen di Kota Kupang. 2. Pada tahun 2016 suami saya mengurus E-KTP di Dispenduk Kabupaten Ende. Suami saya terdaftar sebagai penduduk Ende karena keluarga suami (bapak, ibu, adik-adik) berdomisili di Ende dan suami terdaftar di Kartu Keluarga. E-KTP dari Kabupaten Ende terbit dan Dispenduk tidak pernah meminta surat pindah suami dari Dispenduk Kota Kupang sehingga suami saya berpikir KTP lama dari Kota Kupang yang bukan E-KTP tidak berlaku karena masa berlakunya sudah habis. 3. Dari bulan Juli 2018 sampai dengan hari ini Kamis, 11 Oktober 2018 surat pindah suami saya belum dapat diurus alasannya: a. Suami saya terdaftar di Dispenduk Kota Kupang dan suami saya harus mencabut status kependudukannya di Kota Kupang (berdasarkan KTP lama yang sudah tidak berlaku lagi.) b. Suami saya belum dapat mencabut E-KTP dari Dispenduk Kabupaten Ende jika status kependudukannya di Kota Kupang belum dicabut sehingga surat pindah belum dapat diberikan. c. Yang menjadi pertanyaan saya mengapa sewaktu suami mengurus E-KTP di Dispenduk Kabupaten Ende mereka tidak meminta suami saya untuk mencabut status kependudukan dia dari Kota Kupang. Sekarang suami saya terdaftar ganda di Dispenduk Kota Kupang dan Dispenduk Ende dan memiliki NIK ganda tentu saja ini tanpa sepengetahuan suami saya. d. Ketika suami saya akan mencabut status kependudukannya di Kota Kupang (berdasarkan KTP lama yang sudah tidak berlaku lagi) suami diminta melampirkan KTP lama dan jika hilang harus mengurus surat kehilangan di kantor polisi. Karena suami saya adalah warga negara Indonesia yang baik dan tidak tercatat sebagai pelaku kriminal, KTP lama itu sudah dihancurkannya setelah mendapat E-KTP dari Ende. Lalu, ini salah siapa, mengapa sekarang suami saya menjadi begitu sulit mendapatkan surat pindah untuk domisili yang baru sekarang di Timika, Papua. 4. Saya merasa pusing mengapa begitu sulit menjadi warga negara Indonesia. Tolonglah mudahkanlah masyarakat yang ingin mengurus data kependudukannya baik mengurus baru atau mengurus surat pindah. Melalui laporan ini saya mengharapkan sekali mendapatkan solusi agar masyarakat di Ende mendapatkan layanan kependudukan seperti yang diharapkan dan tidak menyusahkan masyarakat. Demikian laporan ini mohon untuk dapat ditindaklanjuti secepatnya. Mohon ditindaklanjuti, terima kasih

Dikirim pada 06 December 2018 11:36

Tanggapan

Kementerian Dalam Negeri menyampaikan terima kasih atas pengaduan yang Saudara sampaikan. Persyaratan pindah domisili adalah mengurus dulu surat pindah dari daerah asal ke daerah tujuan. Kemudian di daerah tujuan tunjukkan surat pindah tersebut ke Disdukcapil, maka akan dibuatkan KK yang baru di tempat tujuan. Setelah tu akan dibuatkan KTP-el tanpa harus melakukan perekaman ulang jika sdh pernah melakukan perekaman KTP-el. Demikian jawaban kami terima kasih

Ditanggapi pada 13 December 2018 16:30